PURNAMA
Di sebuah kerajaan besar di langit, Kerajaan Matahari, seorang raja berkuasa. Raja Matahari. Sang raja memiliki seorang putri yang dijodohkannya dengan seorang pangeran, seorang bangsawan dari langit. Seorang pangeran yang diharapkannya akan menggantikannya suatu saat nanti. Pangeran terpilih yang dipandangnya sanggup melindungi putrinya beserta seluruh kerajaannya.
Semua berjalan sempurna seperti yang direncanakan sang raja. Jika saja ia tidak melakukan satu kesalahan kecil.
Ketika putri raja beranjak remaja, sang raja mulai mengkhawatirkan banyak hal mengenai putrinya, terutama keselamatannya. Maka sang raja memutuskan memilih salah satu kesatrianya untuk dijadikan pengawal pribadi bagi sang putri.
Terpilihlah salah satu dari sekian kesatrianya untuk menemani sang putri setiap harinya. Seorang pria muda, putra dari sahabat terbaiknya. Tak pernah disangkanya, hal ini ternyata sebuah kesalahan yang akan jadi pemicu chaos yang menghancurkan keteraturan rencana yang disusunnya untuk sang putri dan kerajaannya.
Sang kesatria muda adalah orang yang terpilih yang dalam riwayat pengabdiannya tak pernah sekalipun melakukan kesalahan. Sekecil apapun. Sampai suatu saat, ia membuat satu kesalahan pertamanya. Ia jatuh cinta pada sang putri. Kepada anak tuannya. Untuk pertama kalinya ia mengkhianati tuannya , yaitu sang raja.
Sang raja murka,” Bawa penghianat itu masuk!”
Si kesatria diseret ke hadapan sang raja yang makin murka. Wajah sang kesatria tidak menunjukkan rasa bersalah. Hanya menunduk dan sesekali menatap kasihan pada sang puteri yang wajahnya basah oleh air mata.
Sebagai raja yang berkuasa, ia bisa saja mengambil nyawa si kesatria seketika itu juga. Tapi sang raja masih menimbang pengabdian sahabatnya, ayahanda sang kesatria, yang tanpa cela. Akhirnya sang raja memutuskan mengusir si kesatria dan disertai sebuah kutukan.
“Kau tidak setia padaku. terkutuklah kau…, jadilah kau makhluk di bumi, seekor anjing, yang SELAMANYA TERKUTUK melayani dengan setia dan kau akan melupakan cinta mu atau kau... menjadi anjing liar yang kesepian.”
Titah sang raja mutlak. Dia menjadi makhluk bumi yang mengabdi pada seorang tuan di bumi dan lupa pada sang puteri atau menjadi makhluk liar tanpa tuan.
Sang kesatria menolak untuk melupakan sang putri dan memilih menjadi makhluk liar tanpa tuan di bumi. Seekor serigala.
Tidak berhenti sampai di situ, sang raja yang marah melihat putrinya tak patuh, mengasingkan sang putri ke tempat yang jauh. Jauh dari kerajaannya dan jauh dari bumi tempat si kesatria dihukum. Sang putri diasingkan ke bulan.
Sekali sebulan, setelah genap sang puteri mengelilingi bumi dalam kesepiannya, ia menampakkan dirinya. Purnama.
Dan setiap purnama, sang kesatria terkutuk berlari ke gunung-gunung, ke tempat yang tertinggi, seperti kesurupan dan melolong, memanggil kekasihnya. Meneriakkan rindunya.
* * *
No comments:
Post a Comment